Home » SKKNI » VERIFIKASI STANDAR KOMPETENSI

VERIFIKASI STANDAR KOMPETENSI

   

Verifikasi Standar Kompetensi merupakan langkah validasi melalui konfirmasi kesesuaian standar kompetensi dengan penyediaan bukti objektif bahwa persyaratan standar kompetensi yang ditetapkan telah dipenuhi. 

Virifikator merupakan personel yang memiliki kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melakukan verifikasi standar kompetensi. 

Acuan normatif yang digunakan dalam melakukan verifikasi standar kompetensi mencakup standar (standard, guidelines, code of practices); misalnya: TAADES505B Riset dan Mengembangkan Standar Kompetensi, Pedoman BNSP 104, Guidelines for Development of Regional Model Competency Standards – International Labor Organization, 2006; dan regulasi teknis (PP, Permen, Per Dirjen); PP 31, Perpres 8/2012, Permenakertrans 5/2012, Permenakertrans 8/2012, regulasi teknis sesuai substansi.

Tujuan dan Manfaat Verifikasi Standar Kompetensi:

  1. Verifikasi standar kompetensi merupakan alat untuk memastikan sistem penjaminan mutu, proses dan rancangan standar kompetensi dapat dilaksanakan dengan baik.
  2. Dengan Verifikasi standar kompetensi dipastikan bahwa standar yang akan digunakan adalah standar kompetensi (beberapa standar bukan/belum tentu standar kompetensi, misalnya standar modul pelatihan, code of practice, standar personil, perangkat ujian).
  3. Verifikasi standar kompetensi Memberikan pedoman penggunaan standar kompetensi lain (standar internasional dan standar khusus) yang berbeda format dengan SKKNI dalam pengembangan kurikulum, materi pembelajaran maupun asesmen kompetensi.

Prinsip-prinsip standarisasi kompetensi sebagai acuan dalam melakukan verifikasi standar kompetensi:

  • Relevan: dengan kebutuhan dunia usaha/industri di masing-masing sektor/sub sektor atau bidang profesi.
  • Valid: Seluruh aktivitas perumusan standar mengacu kepada acuan pembanding (benchmark) yang valid.
  • Aseptabel: dalam arti dapat diterima oleh pemangku kepentingan sehingga penerapannya dapat lebih terjamin.
  • Fleksibel: seluruh aktivitas standarisasi memenuhi kebutuhan asesi dan organisasi
  • Mampu telusur dan dapat dibandingkan dan atau dilakukan kesetaraan dengan standar kompetensi lain, baik secara nasional maupun internasional.

Aspek-aspek kesesuaian dan atau ekivalen Verifikasi standar kompetensi:

  • Performance based
  • Sektor dan Bidang yang tercakup dalam standar
  • Struktur dan format standar kompetensi.

Verifikasi standar kompetensi dapat digunakan dalam rangka perumusan standar kompetensi baik SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), Standar khusus maupun standar Internasional; dalam rangka pengembangan skema sertifikasi; dalam rangka adopsi/adaptasi standar untuk penerapan dalam pengembangan kurikulum, materi pembelajaran ataupun asesmen.

Langkah-langkah Verivikasi standar kompetensi:

  1. Mengintepretasi persyaratan verifikasi standar kompetensi
    • Identifikasi tujuan dan ruang lingkup verifikasi standar kompetensi.
    • Identifikasi dan interpretasi persyaratan kelembagaan verifikasi standar kompetensi, sistem dan prosedur, serta aspek-aspek yang diverifikasi.
    • Susun program verifikasi standar kompetensi yang mencakupi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring, serta peningkatan program verifikasi.  
  2. meninjau dokumen standar kompetensi
    • Identifikasi kesesuaian jenis standar apakah merupakan standar kompetensi.
    • Bila tersedia, Identifikasi kesesuaian dan ketelusuran peta kompetensinya.
    • Identifikasi kesesuain format dengan standar dan regulasi yang konstektual dengan SKKNI, standar khusus atau standar internasional.
    • Identifikasi kesesuaian dan ketelusuran judul, elemen, kriteria unjuk kerja, batasan variabel dan panduan penilaian, kompetensi kunci atau skill for employability.
  3. Melaporkan verifikasi standar kompetensi
    • Tuliskan laporan ketidaksesuaian menggunakan komposisi Problem-Location-Objective-Reference (PLOR).
    • Identifikasi permintaan langkah tindak lanjut/koreksi dari hasil verifikasi standar kompetensi:
      • Dalam rangka pengembangan standar: ditetapkan permintaan tindakan koreksi kepada perumusan standar.
      • Dalam rangka pengembangan skema/penerapan standar: dapat berupa penolakan bila tidak diidentifikasi ekivalensi dan ketelusurannya, dan permintaan pengembangan pedoman penggunaan standar yang memberi petunjuk ketelusuran terhadap sistem SKKNI.
    • Lakukan verifikasi hasil perbaikan, dan tetapkan status perbaikan untuk disampaiakan kepada pihak yang memberi penugasan.

Dalam hal Verifikasi SKKNI maka terdapat langkah-langkah Makro seperti pada gambar di bawah ini:

 

Untuk informasi Pelatihan Sertifikasi BNSP silahkan Klik Link Berikut ini:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER MENTORING PENDIRIAN LSP-3
loading...

BERLANGGANAN

Dapatkan Informasi Pelatihan Sertifikasi Berbasis Kompetensi, Tips, Artikel, Panduan Edukasi dan Informasi Lowongan Kerja Terbaru langsung Ke alamat Email Anda

KONTAK ADMIN

  • 0813 69996065 (WA/SMS/Call)
  • admin@sertifikasibnsp.com
  • pendaftaran@sertifikasibnsp.com
  • sindahasian.siadari@gmail.com