PENGENDALIAN ASESOR / MASTER ASESOR

Tujuan Pengendalian Asesor / Master Asesor

Pengendalian Asesor / Master Asesor sangat perlu dilakukan sebagai Monitoring dan pengawasan kinerja dari Asesor / Master Asesor itu sendiri.

Monitoring bertujuan untuk mengawasi dan memastikan bahwa pelaksanaan uji kompetensi telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BNSP.

Monitoring terhadap asesor/master asesor dilaksanakan melalui proses surveilen yang dilaksanakan minimal satu tahun sekali. Ruang lingkup surveilen meliputi audit dokumentasi uji kompetensi yang telah dilaksanakan maupun observasi langsung terhadap pelaksanaan uji kompetensi.

Proses monitoring dilaksanakan oleh tim yang ditunjuk oleh BNSP bekerjasama dengan LSP terkait.

Pelaporan Pengendalian Asesor

Materi pelaporan dibuat berdasarkan hasil surveilen yang meliputi pengkajian terhadap dokumentasi proses uji kompetensi dan/atau terhadap proses uji kompetensi yang dilaksanakan secara langsung. 

Materi pelaporan minimal meliputi : 

  • Kesesuaian materi uji kompetensi terhadap standar kompetensi
  • Penerapan dan pengembangan metoda uji kompetensi
  • Penerapan dan pengembangan sumber-sumber daya uji kompetensi
  • Penerapan prinsip-prinsip uji kompetensi
  • Validitas proses uji kompetensi
  • Kesesuaian proses uji kompetensi terhadap keputusan/rekomendasi hasil uji kompetensi
  • Dokumentasi/adminstrasi uji kompetensi
  • Laporan uji kompetensi dibuat oleh tim monitoring yang dibentuk BNSP.

Evaluasi

Evaluasi dimaksudkan sebagai tindak lanjut dari laporan yang sudah dibuat berupa analisa dan pengkajian terhadap kinerja asesor/master asesor sesuai dengan ruang lingkup materi pelaporan.  Hasil evaluasi berupa rekomendasi terhadap asesor yang dimonitor terkait dengan peninjauan terhadap kelayakan asesor dalam melaksanakan uji kompetesi.

Sanksi dan Pembinaan

  1. Asesor Kompetensi.

Sertifikat asesor akan ditinjau ulang atau dicabut dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Asesor untuk sementara tidak diperbolehkan melaksanakan uji kompetensi, apabila dalam kurun waktu dua belas bulan berturutturut tidak pernah melaksanakan uji kompetensi. 

Asesor diperbolehkan melaksanakan uji kompetensi kembali setelah melakukan perbaikan berupa satu kali uji kompetensi yang disupervisi oleh master asesor. 

  • Apabila dalam kurun waktu delapan belas bulan berturut-turut asesor tidak pernah melaksanakan uji kompetensi, maka asesor diwajibkan untuk :

Melaksanakan program pelatihan/up grading dibidang uji kompetensi sebagai asesor  dibawah pengarahan dan bimbingan master asesor.

 Melaksanakan satu kali uji kompetensi dibawah supervisi master asesor.  

  • Asesor akan dicabut kewenangannya untuk menilai apabila dengan sengaja melanggar ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman uji kompetensi atau menyalahgunakan kewenangan yang dimilikinya.

Kewenangan sebagai asesor akan diberikan kembali, setelah memenuhi program perbaikan dan persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh BNSP sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.

 

  1. Master Asesor Kompetensi.

Sertifikat master asesor akan ditinjau ulang atau dicabut dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Master asesor untuk sementara tidak diperbolehkan melaksanakan pelatihan dan penilaian terhadap calon asesor, apabila dalam kurun waktu dua belas bulan berturut-turut tidak pernah melaksanakan pelatihan dan penilaian terhadap calon asesor. 

Master asesor diperbolehkan melaksanakan pelatihan dan penilaian kembali terhadap calon asesor setelah melakukan perbaikan berupa satu kali pelatihan dan/atau penilaian yang disupervisi oleh master asesor. 

  • Apabila dalam kurun waktu delapan belas bulan berturut-turut asesor tidak pernah melaksanakan pelatihan dan penilaian, maka master asesor diwajibkan untuk : .

Melaksanakan program pelatihan/up grading dibidang pelatihan dan penilaian dibawah pengarahan dan bimbingan master asesor.

 Melaksanakan satu kali pelatihan dan penilaian dibawah supervisi master asesor.  

  • Master asesor akan dicabut kewenangannya untuk melatih dan menilai calon asesor, apabila dengan sengaja melanggar ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman uji kompetensi atau menyalahgunakan kewenangan yang dimilikinya.

Kewenangan sebagai master asesor akan diberikan kembali, setelah memenuhi program perbaikan dan persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh BNSP sesuai dengan jenis pelanggaran yang ditentukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *