Upaya untuk Pengembangan Karier dan Sumber Daya Manusia

Upaya untuk Pengembangan Karir dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia berbasis kompetensi ditentukan dengan tiga faktor utama, yaitu pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, dan standar kompetensi kerja nasional Indonesia atau SKKNI.

Upaya untuk Pengembangan Karir dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia berbasis kompetensi ditentukan dengan tiga faktor utama, yaitu pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, dan standar kompetensi kerja nasional Indonesia atau SKKNI. Pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan kegiatan pelatihan yang mempunyai durasi antara 160 hingga 180 jam yang dibagi sesuai jadwal tertentu.

Salah satu tujuan dari pengadaan pelatihan ini adalah upaya untuk pengembangan karir dan menciptakan tenaga kerja yang mandiri dan mempunyai kemampuan yang baik.

Pelatihan ini diadakan di balai pelatihan atau lembaga diklat yang sudah terakreditasi. Pemilihan diklat yang terakreditasi ini bertujuan untuk memperoleh sarana fasilitas, infrastruktur, dan manajemen mutu yang cukup memadai. Bahkan, lembaga diklat terakreditasi pasti telah memiliki standar khusus, nasional, maupun internasional.

Peserta pelatihan berbasis kompetensi tersebut selanjutnya akan mengikuti sertifikasi profesi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang berlisensi BNSP. Sehingga, dengan adanya sertifikasi profesi ini dapat dijadikan sebagai bukti atas kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja. Faktor pengembang prouktivitas sumber daya manusia berikutnya adalah SKKNI yang digunakan sebagai dasar atau acuan dalam melakukan pembinaan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. SKKNI ini mencakup keterampilan, kemampuan, serta sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk menempati jabatan terntentu.

SKKNI didasarkan atas lima prinsip, yaitu relevan, valid, acceptable, fleksibel, dan dapat disetarakan dengan kompetensi yang lain secara nasional atau internasional. Untuk pengembangan SKKNI ini dilakukan oleh Komite Standar Kompetensi dengan tetap memperhatikan berbagai kebijakan yang mengacu pada model regional model competency standard (RMCS). Sebuah model untuk pengembangan standar kompetensi dengan pendekatan fungsi dari sebuah proses kerja dalam menghasilkan barang atau jasa dengan memperhatikan kesetaraan akan standar dalam negeri maupun internasional.

Faktor-faktor tersebut bertujuan untuk mengembangkan produktivitas sumber daya manusia dalm dunia industri. Dengan kemampuan dan kualitas diri yang baik, maka akan mempermudah para tenaga kerja untuk melakukan pengembangan karier. Pengembangan diri dan wujud pengakuan kompetensi bisa dilakukan dengan sertifikasi profesi. Sehingga para tenaga kerja akan lebih percaya diri dan memiliki kebangaan atas kompetensi yang dimilikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*