Gimana sih Kebijakan Pemberian Sertifikasi Kompetensi Buat Tenaga Kerja Itu?

Pemberian sertifikasi kompetensi merupakan salah satu perwujudan pengakuan kompetensi buat tenaga kerja. Sertifikat kompetensi kerja merupakan sebuah proses dari pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara obyektif dan sistematis dengan serangkaian uji kompetensi yang mengacu terhadap standar yang telah ditentukan. Standar yang diacu adalah standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKI) atau dapat juga mengacu dengan standar internasional. Hal ini tercantum dalam PP 23/2004.

Tenaga kerja yang kompeten ini berhak mendapat pengakuan atas kompetensinya melalui pemberian sertifikasi kompetensi profesi. Hal ini tertuang dalam pasal 18 UU 13/2003. Dasar kebijakan berikutnya adalah Undang-Undang Perindustrian 3/2014 yang menjelaskan tentang setiap perusahaan industri dana tau perusahaan dari kawasan industri ini wajib untuk memperkerjakan tenaga kerja industri yang dapat memenuhi standar kopetensi. Dasar kebijakan berikutnya adalah Undanng-Undang 20/2004 tentang SISDIKNAS, UU 12/2012 pembahasan tentang DIKTI.

Dasar kebijakan berikutnya adalah PERMENDIKBUD 81/2014 yang menjelaskan tentang ijazah, sertifikat kompetensi, dan juga sertifikat profesi pendidikan tinggi. Dalam pengembangan sertifikasi kompetensi untuk tenaga kerja ini juga merupakan sebuah tuntutan dari industri atau organisasi.

Hal ini bertujuan untuk pengembangan kompetensi sumber daya manusia dalam menghasilkan produk atau jasa. Tenaga kerja sebaiknya memiliki sertifikasi kompetensi karena dalam sistem industry atau sebuah organisasi menuntut tenaga kerja harus kompeten. Selain itu, sertifikasi berbasis kompetensi ini juga bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja dalam persaingan global di dunia idustri.

Sertifikasi berbasis kompetensi dari tenaga kerja ini juga mempunyai dampak baik bagi perusahaan atau organisasi. Salah satu dampaknya adalah memudahkan perusahaan dalam melakukan rekruitmen atau seleksi penerimaan pegawai baru. Dengan adanya sertifikasi profesi, maka sudah dapat dibuktikan bahwa calon tenaga kerja tersebut mempunyai kemampuan yang baik.

Selain itu, dengan adanya wujud pengakuan tersebut maka memudahkan perusahan untuk menempatkan calon pegawai tersebut dalam posisi yang sesuai. Manfaat lain bagi perusahaan adalah membantu untuk melakukan pengembangan karier terhadap tenga kerja yang mempunyai kemampuan lebih dalam bidangnya. Selain itu, sertifikasi berbasis kompetensi dapat meningkatkan produktivitas dari sebuah perusahaan atau organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*